Share to be Care

Just another Blogdetik.com weblog

Making Network and Friends @ Transmania Broadcasting Camp PART 1

eheeemm… tanggal 21-22 April yang lalu gue memberanikan diri untuk ikut suatu event yang kegiatannya sama sekali belum pernah gue tau. Namanya Transmania Broadcasting Camp. Acara ini diadakan semenjak tahun 2010 dengan konsep Jambore, dimana para pemirsa setia Trans TV diajak untuk berkumpul, sharing, dan berwisata bersama kru-kru TransCorp. Untuk tahun ini, nuansanya agak beda sedikit. Yang tadinya kegiatan jambore, skrg agak diperluas dengan konsep camp, dimana mereka akan sharing lebih banyak lagi mengenai dunia broadcasting dan “isi-isi”nya gedung TransTV itu. Ngga hanya itu, kami sebagai partisipan menjadikan sarana itu sebagai tempat untuk menambah teman dan sahabat baru dari berbagai daerah. Asiknya lagi, kegiatan non-seminarnya juga ngga monoton loh! You’ll feel the excitement on those couple of days!!

Semua berawal dari sini…
with friends from Semarang :D

Acara hari pertama kami diisi seminar oleh beberapa orang hebat di profesinya dari Trans. Mereka sharing tentang Public Relation dan Social Media, Industri Televisi Indonesia, being a creative presenter and journalist, dunia online jurnalistik (seperti blog gini) dan video jurnalistik juga. Kelas-kelas ini bener-bener ngebuka mata gue untuk melihat lebih dekat lagi tentang hal-hal kecil yang bisa gue lakukan untuk mengubah lingkungan menjadi lebih positif dan bermanfaat bagi banyak orang. Pengemasan acaranya juga attractive dan keren banget, jadi kami yang duduk seharian disana ngga akan ngerasa bosen. Apalagi di sesi Ice Breaking yang dimana para panitia dan kru Marketing PR TransCorp tiba-tiba aja muncul dan ngedance jinglenya Trans. Setelah itu, yang tadinya pada ngantuk dan bosen jadi fresh lagi loh! Jingle Dance-nya Trans oke juga ternyata :D

Yang paling ngga bisa dilupakan dihari pertama itu adalah waktu gue “terpanggil” sebagai salah satu peserta terbawel di Twitter dalam mengupdate kegiatan-kegiatan disana. Pihak panitia buka kesempatan untuk kami tweeting sebanyak-banyaknya tentang acara ini selama acara berlangsung. I personally wasn’t expecting to be one of them. I just tweet as I want to tweet and share what I got in that moment, in every chances. Tak disangka, dari 100 peserta, gue termasuk dari 6 orang yang bawel banget di TBC2012. Asiknya sih dapet goodie bag deh dari Trans :’D

Menjelang malam hari, kami diajak berkeliling studio-studio yang ada di TransTV. Jadi tahu lebih dekat apa aja yang ada dibalik layar yang eye-catching itu. Setelah itu kami semua diberangkatkan ke tempat camp kami, di Desa Wisata, TMII.. sesampainya di camp, gue yang udah nyentuh kasur bener-bener udah “mager” (a.k.a males gerak) buat chit chat lagi dengan teman-teman yang lain, memutuskan untuk tidur buat mempersiapkan tenaga untuk besoknya. ;)

penasaran dihari kedua kaya apa?? tunggu postingan part 2 ya ;)

Problematika Upacara Hardiknas di Kampus X

This is my first post in this blog. Dan gue mau memulainya dengan sesi curhat sedikit.

Gue Azkia, mahasiswi semester 6 Universitas X (disamarkan) jurusan Management. Gue adalah salah satu anggota senat di universitas ini dan sedang mengemban suatu kewajiban yang berhubungan dengan pendidikan yaitu Upacara Hardiknas. Well, mungkin ditelinga kalian yang baca, kata “upacara” bisa jadi momok yang agak agak bikin malas. Tapi sebagai warga Indonesia, hal tersebut seharusnya sudah menjadi kewajiban kita untuk mengingat para leluhur pejuang pendidikan. Tapi, apa masalahnya bagi universitas X yang satu ini?

Senat kami diminta oleh rektor untuk membentuk koordinasi panitia 3 minggu sebelum hari H. Panitia terbentuk, dan mengalami proses pembuatan proposal selama (krglbh) 1 minggu untuk menentukan perangkat dan estimasi konsumsi untuk seluruh peserta upacara. Dipersulit? iya. bahkan untuk menentukan isi proposal saja kami harus bertanya kemana-mana untuk memastikan kebisaan mereka untuk hadir. Dengan panitia 4 orang, ini dirasa sudah cukup melelahkan dan menyita waktu, disela2 kesibukan kuliah kami.

Minggu kedua, proposal kami ajukan ke pihak2 terkait, dan sejauh ini tidak ada halangan mengenai approval. Yang sangat disayangkan adalah, pihak universitas tidak mau memberi kami solusi yang memudahkan kami untuk urusan keuangan. 1 minggu lagi tanggal 2 mei, dan mereka tetap ngotot untuk mencairkan uanganya 2 minggu setelah pengajuan proposal. Kami diminta untuk me-reimburse segala expense yang kami keluarkan untuk upacara ini, dan ini jumlah yang tidak sedikit! Cukup banyak menguras kantong mahasiswa, apalagi hanya dengan panitia 4 orang.

Yang gue sayangkan, sebagai salah satu institusi pendidikan yang memang sudah sewajibnya bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan upacara ini, mereka malah memberi kesulitan kepada kami mahasiswanya, yang sebenarnya adalah pioneer utama berdirinya mereka sampai sekarang. Sistem mereka yang sebenarnya “harus mengerti” dikala kondisi kepepet seperti ini, amat sangat tidak mengutamakan kami sebagai mahasiswanya.

Untuk lebih lanjutnya, kami dari pihak Senat akan mengupayakan agar biaya tidak dibebankan kepada kami terlebih dahulu. Tapi, apakah proses negosiasi akan berlangsung lancar dan memberi keuntungan kedua belah pihak???

Hmmm… we’ll see.

Halo dunia!

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!